Sunday, August 14, 2022

Seputar Kawin Campur - Mohon Untuk Tidak Mengirim Email

 


Pesan ini benar-benar ingin sekali saya sampaikan kepada para pembaca blog, terutama untuk yang sedang dalam proses mengurus dokumen pernikahan dengan calon suami/istri di Swiss.

Please, please saya mohon untuk tidak lagi bertanya tentang hal-hal dan prosedur apapun terkait proses yang kalian sedang jalani, atau apapun yang ada hubungannya dengan kawin campur ke email saya.

Setiap hari saya mendapatkan email yang bertanya tentang bagaimana dengan visa D, berapa lama prosesnya, bagaimana jika salah satu dari orang yang akan kawin campur tidak bekerja, bagaimana kalau visa ditolak, perlukah membuat prenuptial, daaann sebagainya.

Kenapa saya menolak untuk tidak lagi dikirimi email?

1. Saya sudah 5 tahun tinggal di Swiss. Bisa jadi, semenjak saya menulis blog hingga saya berada di sini, banyak perubahan prosedur yang dilakukan oleh pemerintah Swiss maupun Indonesia terkait kawin campur. Sehingga menyebabkan blog yang saya tulis tidak lagi relevan dengan kondisi sekarang.

2. Saya BUKAN agen kawin campur maupun petugas imigrasi. Saya jujur saja sering sekali muak dengan pertanyaan yang seolah-olah menempatkan saya ini sebagai orang yang expert dalam hal kawin campur dan menjadi agen dalam proses kawin campur, maupun petugas imigrasi. Kenapa? Ya saya ini cuma manusia biasa, yang dikasih blessing Tuhan suami yang baik yang kebetulan berasal dari negara Swiss. Apapun yang saya tulis di blog, bukan semata-mata karena saya ini berpengalaman tentang kawin campur dan segala urusannya, NO. Saya dulu hanyalah seorang wartawan yang ingin mendokumentasikan semua proses yang saya dan suami saya lewati melalui tulisan. Yang semoga dengan tulisan itu dapat menjadi gambaran pelaku kawin campur dengan orang Swiss tentang proses yang akan mereka jalani. Tapi sekali lagi, saya hanya penulis pengalaman saya pribadi. Bukan petugas imigrasi Swiss, bukan agen nikah kawin campur. So please guys, since i am sick of all these email, saya mohon dengan sangat, jangan lagi kirim saya email tentang kawin campur, tentang visa D, tentang proses apapun yang kalian lewati dalam proses kawin campur.

Kenapa? Ketika saya berada di posisi saya yang sedang berproses menikah dulu, saya juga fokus berjuang sendiri. Tidak banyak tanya sana-sini. Kalaupun saya bertanya, itupun langsung saya tujukan ke orang yang tepat, yakni kedutaan Swiss, mengenai kelengkapan dokumen apakah sudah lengkap atau belum. So that's it. My blog is just my sharing. Nothing less nothing more. Hanya sharing satu arah, bukan dua arah. Mohon pengertiannya guys... 

3. Ini hanya proses singkat yang akan kalian lalui sebelum menikah dengan warga negara Swiss. Trust me, setelah kalian ada di Swiss, kalian tidak akan butuh blog saya lagi, atau bahkan boro2 keep me in contact. I can't deny, there are so many gold digger just wanted to expect luxury life after arrive in Switzerland. And you would not even need my advice or me in person even just to meet up with me, and I'll be forgotten. 

So, let's do this simply. You can read my blog, and after arrive here, you can also just leave my blog just like that, no guilty pleasure, no complimentary, not even say thanks that this blog has helped you. LOL i am sick of that mendadak kaya woman whatsoever 🤣🤣.

So guys, wish you can understand. Hope you're success with all the procedure, wish you have a happy life in Switzerland. Makasih udah menyempatkan untuk membaca tulisan ini. So, start from now on, i will not even ever reply any email, no more. Thanks 😊 





Saturday, July 23, 2022

Liburan Musim Panas, Orang Korea Serbu Tempat Syuting Crash Landing On You

Kapal Cruise yang melaju di danau Brienz (dokumen pribadi.copyright reserved)

Adakah Teman-Teman di sini menjadi pencinta Drama Korea? 
Jika kalian termasuk Korean Vibes, pasti tidak asing lagi dengan drama Crash Landing On You. 

 

"Crash Landing on You" adalah nama serial yang tayang di platform bioskop berbayar Netflix, yang mengisahkan tentang seorang wanita kaya asal Korea Selatan yang mengalami kecelakaan saat terbang dengan paragliding, dan mendarat di Kawasan Perbatasan yang sudah menjadi bagian dari Korea Utara. Ia kemudian bertemu dengan seorang perwira asal negara tersebut. Banyaknya rangkaian peristiwa yang terjadi, membuat keduanya kemudian jatuh hati.

 

Meski drama ini murni dibintangi oleh aktor dan aktris Korea, namun adegan banyak diambil di beberapa lokasi di negara Swiss. Seperti Zürich, Interlaken, dan Kawasan Berner Oberland, terutama di jembatan panorama Sigriswil dan Iseltwald.

 

Nah, ini yang unik. Meski sudah berakhir happy ending, dan bahkan tokoh utamanya, Hyun Bin dan Son Ye-Jin sudah menikah di dunia nyata, sepertinya para fansnya belum move on alias masih baper dengan drama tersebut. Terbukti, di liburan musim panas ini, wisatawan asal Korea dilaporkan ‘menyerbu’ bus yang dioperasikan di wilayah Berner Oberland.

 

Dilansir dari situs resmi kantor berita nasional Swiss, SRF News, kapasitas  ‘PosAuto` (moda transportasi resmi Bus Umum di Swiss) di wilayah Berner Oberland meningkat, dan didominasi oleh orang Korea yang berlibur musim panas ke Swiss.

 

Menandai bahwa usai pandemi selama dua tahun berakhir, kini kegiatan pariwisata di Swiss seakan kembali terbangun dari mati suri. Ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan asing yang masuk ke Swiss.

 

Menurut Ruedi Simmler dari Post Auto, Bus yang beroperasi menuju ke Iseltwald mengalami lonjakan permintaan. “Pos Auto rute 103, yang melayani pengangkutan dari Interlaken ke Bönigen-Iseltwald mengalami permintaan yang sangat tinggi musim panas ini,“ kata Ruedi, seperti dilansir dari SRF Info, 21 Juli 2022.

 

Selain itu, Di atas kapal layar/Cruise yang melaju di wilayah perairan danau Brienzsee, Interlaken, juga banyak dinaiki oleh tamu dari Korea yang ingin mengunjungi Iseltwald. Meski ada juga day-trippers dari Swiss dan negara lainnya yang juga ingin melihat langsung lokasi tempat Kapten Ri memainkan Pianonya di tepi danau Brienzsee.

 

Karena itu, untuk menunjang akomodasi, Pos Auto akan menambah moda perjalanan di jalur 103 yang melayani rute perjalanan Bönigen dan Iseltwald mulai 23 Juli 2022 Sabtu ini. Penambahan di rute ini akan berlangsung setidaknya hingga 28 Agustus, bersamaan dengan berakhirnya waktu libur musim panas di Swiss. 

 

Pos Auto akan mengadaptasi jadwal, sehingga penumpang dapat melihat pembaharuannya secara langsung dalam pengumuman di tiap Halte Bus.

Ruedi menambahkan, pada 2020 lalu terdapat kesibukan di wilayah Bernese Oberland karena hype internet. Semua orang tiba-tiba ingin pergi ke Augstmatthorn. "Tapi terburu-buru seperti sekarang, itu baru,“ ujarnya. 

 

DESTRIANITA K I SRF NEWS


google.com, pub-3841546221139080, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Friday, June 17, 2022

Menanam Sereh dengan Stek Batang

Menanam sereh dengan cara stek batang ternyata mudah lho guys untuk dilakukan. Saya sendiri sudah mencobanya dan tidak menyangka bahwa teknik ini akan berhasil. 

Nah sebelum aku kasih tau step by stepnya, let me tell you a little bit story behind. Jadi, selama tinggal di Swiss, aku tuh masih sering belanja di toko Asia untuk membeli beberapa bahan masakan, karena ya aku hobi masak makanan Asia. 

Salah satu bahan makanan yang aku sering beli ya sereh ini. Bahkan, kalau suami aku lagi sekolah ke Zürich, dia selalu membawakanku sereh yang ia beli dari toko Asia di sana. 

Lalu, untuk apa biasanya sereh yang aku beli? Ya untuk bumbu aromatik masakan Eksotik, terlebih makanan Indonesia. Misalnya: Nasi Kuning, Opor Ayam, Soto, Gulai, Tongseng, Rica-Rica, sambal Matah, ataupun curry. 

Nah, kadang, aku tuh suka gengges, kalau melihat sereh yang aku simpan di kulkas itu enggak bisa tahan lama, pangkalnya ditumbuhi jamur karena terlalu lembab. Kebalikannya, kalau disimpan di luar, serehnya cepat kering, yang akhirnya bikin aromanya enggak terlalu strong. 

Lalu berputarlah otak ini, mikir gimana caranya aku bisa numbuhin sereh di rumah sendiri, di negara empat musim ini. Lalu pikiranku tertuju pada blog yang aku bikin sebelumnya: Menanam Tomat dengan Teknik Stek Batang. 

So, menanam sereh ini, honestly idenya adalah iseng-iseng yang alhamdulillah berhasil. Without any further do, lets go to step by step ya guys…. 

Bahan yang dibutuhkan:

1.  2 batang Sereh. (Bisa lebih tentu saja). Nah, sereh yang aku pakai ini adalah sereh yang udah disiangi pangkalnya ya guys. Yang siap pakai, kubeli di toko Asia. (Kalau serehnya diambil dari pohon dan masih berakar beda lagi ceritanya… Balik lagi, die awalnya aku bikin blog ini adalah buat teman-teman yang ingin “Menanam Sereh dari Stek Batang) 
2.  1 gelas bening (biar gampang buat ngintip akarnya kalau tumbuh) 
3.  30 ml air 
4. Pisau 

Cara Menumbuhkan Sereh:

1.  Potong sereh sekitar 15 cm 
2.  Di bagian pangkal sereh, sobek/kupas tiap bagian daun ruasnya. 
3.  Setelah disobek ruasnya, kalian akan melihat “calon“ batang ruas sereh yang akan tumbuh nantinya. 
4. Saya menyobek sekitar 4 ruas sereh. Dengan begitu, saya telah “menyiapkan“ calon batang sereh yang baru, yang akan tumbuh melalui proses stek batang ini. 
5.  Setelah semua pangkal ruas dan dikupas, masukkan sereh ke dalam gelas bening yang telah diisi air. 
6.  Tempatkan sereh di dekat jendela kaca, atau tempat yang dapat mempermudah sereh mendapatkan cahaya matahari tidak langsung. Ganti airnya setiap empat hari sekali untuk mencegah tumbuhnya jamur.
7.  Setelah satu minggu, akan tampak akar yang tumbuh, dibarengi dengan calon batang sereh yang juga ikut bertumbuh. 
8.  Jangan terlalu gegabah untuk memindahkan sereh ke dalam media tanam tanah. Tunggu Hingga akar dari sereh yang tumbuh benar2 cukup banyak (sekitar 4-8 akar yang tumbuh) sehingga nantinya tanaman ini siap beradaptasi di media tanam yang baru.
Foto: Akar dari stek batang sereh sudah mulai tumbuh. dokumen pribadi/Destrianitazone copyright reserve 


Persiapan Pemindahan Media Tanam
Foto: Batang baru pohon sereh sudah mulai tumbuh, dan akar bertambah panjang. Tanaman siap untuk dipindahkan. dokumen pribadi/Destrianitazone copyright reserve. 
    

Bahan yang dibutuhkan: 
1. Tanah gembur yang sudah dicampur kompos ataupun pupuk kandang 
2. Air Secukupnya 
3. Pot semai
Foto:Pohon sereh yang sudah dipindah ke dalam media tanam pot. dokumen pribadi/Destrianitazone copyright reserve.


Proses pemindahan: 

1.  Berikan secukupnya tanah gembur ke dalam pot semai, beri air hingga tanah benar-benar basah. Hal ini dilakukan karena akar sereh membutuhkan adaptasi setelah dipindah media tanamnya, dari air ke tanah.
2.  Buat lubang menggunakan jari, 
3. Ambil Batang sereh yang sudah berakar tersebut. Masukkan ke dalam tanah yang sudah dilubangi perlahan, agar akar tidak mudah patah. Tutup Kembali sisa lubang dengan sedikit ditekan. 
4. Untuk hari pertama hingga ketiga, letakkan tanaman di tempat yang teduh. Baru setelah tanaman sereh tetap berdiri kokoh dan tumbuh, tanaman sereh bisa dipindah ke tempat yang lebih terik. Setelah pohon mulai membesar, tanaman sereh bisa dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar, atau langsung ditanam di tanah. 

Karena aku tinggal di negara empat musim, dan musim dingin bisa sampai minus di malam hari, maka pohon sereh saya pindahkan di pot. Sehingga bila musim dingin tiba, pot dapat mudah saya amankan sementara di dalam rumah. 

 Akhir kata, selamat mencoba yaaa.... Be a happy gardener as always... Salam.

Monday, August 23, 2021

Cari Jodoh Bule di Aplikasi Dating Online? Hati-Hati, Scammers!

Ilustrasi penipuan atau scamming lewat dating online/Destrianita 



Beberapa hari ini di grup Komunitas Kawin Campur banyak sekali sharing dari korban Scamming maupun calon korban para Scammers (Penipu) yang ujungnya ingin memeras uang si korban. 


Nah, buat yang belum tahu, apa sih itu Scamming dan apa itu Scammers? Scamming itu adalah tindakan kriminal penipuan yang dilakukan oleh si Pelaku yakni disebut scammers, dengan cara memanipulasi/menipu korban, sehingga si korban percaya bahkan bisa jadi takut dan mau mengirimkan sejumlah uang ke pelaku scamming atu yang disebut dengan scammers.


Sekarang let’s talk about how do they do that scamming? 

Well, ada beragam cara yang mereka lakukan guys. Aku sendiri honestly malah pernah berhubungan sama si scammers ini, unexpectedly offcourse! Tapi karena tau ini nggak benar, ya malah aku kerjain balik. Jadi gini ceritanya. Aku kan dulu sering tuh main Skype, karena aku punya beberapa sahabat pena dari Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Nah tau2, pas lagi online gitu, ada beberapa akun yang add skype ku. 


Wah, siapa nih, pikirku. Kok pada berpakaian kaya militer gitu, pakai latar belakang bendera US lagi. Yaudah aku iseng terima dong. Eh ternyata dia nge add. Nah si scammer ni mulai beraksi. Kaya minta kenalan lah, tanya kabar, kaya memperlihatkan kalo dia care lah, ehh Halloooo Parjo, situ belum seminggu kenalan ma gue yaa??!! 


Akhirnya aku terusin dulu teman-teman. Sampai pada akhirnya dia itu mau janjiin aku, katanya sebagai bukti keseriusan (hoooeekk) mau kirim aku brangkas uang. Batinku juga udah pret sih, ga mungkin banget. Tapi yaudah, aku ikutin aja maunya gimana, and blablabla dia minta alamat guys ceritanya. Nah abis itu, aku kasih alamat sama namaku yg ga sebenernya, alias Alamat Palsu kaya lagunya Ayu Ting Ting. Setelah itu, dia bilang, tunggu yaa… nanti kalau barangnya udah sampai, aku kabarin lagi, see you dear… begitcuu..


Selang tiga hari, nih scammer ngontak lagi. Alamaak katanya ala ala,“Babe, brankas sebenarnya sudah sampai di pelabuhan. Tapi karena ketahuan uang yang aku kirim terlalu banyak, sekarang brankas uangnya ditahan di kantor bea cukai.“


Epreeeett. Lalu kujawab dengan Panik tapi boong,“Terus gimana dong zheyenk? Kan kasihan kamu udah kirim duit ke aku kok malah ditahan di bea cukai." — padahal ya guys, HELLOOO abad 21, jaman 2013an lalu kan udah ada western union, dan sebagainya, masak iya seniat itu kirim duit pake brankas??!! Apalagi di jaman now, sekarang. Ada Wise, Paysend, transfer antar international Bank malah, bodoh aja kalau masih ada yang ketipu.


Lanjut ke kasusku tadi, akhirnya aku bilang, sorry, aku ga punya duit. Aku cuma tinggal sendiri. Eh, you know what guys, tuh orang malah maksa, katanya suruh pinjam uang ke temen dulu, karena nanti imbalan yang didapat kalau itu brankas dibuka, buanyaaakk banget. 


Well guys, i hate to keep this drama too long. Akhirnya i block that person, and finish!! As simple as that i could do to stop this scammers. Case closed.






Pertanyaan lagi: kak, gimana kalau itu bener? Gimana kalau dia itu mau bener-bener kirimin kamu uang?


Well guys, gini ya. Di dunia yang jamannya serba canggih tapi lagi susah ini, orang mau dengan gampangnya kirim uang. Apalagi sama orang yang baru dikenal. Terus yaa, masak iya baru kenal dalam hitungan hari, well let’s say, seminggu, sebulan, orang udah percayain aja duitnya ke kamu, yang sebelumnya ga pernah ketemu, buat kasih banyak uang? That’s just not make sense. Kalau emang mau bukti, tuh orang mau kirim uang beneran, bilang kirim ke rekeningmu langsung. Kalau dia ga mau dengan berbagai alasan, ya bisa dipastikan kamu adalah calon korban scammingnya.


Siapa sih calon empuk korban scamming?

Scammer ini cari korbannya kan random ya guys. Tapi emang kebanyakan korbannya cewek, terutama mereka yg hobi untuk cari pasangan lewat aplikasi DATING ONLINE. Meskipun enggak menutup kemungkinan mereka bisa nemuin akun skype kita secara random. Nah biasanya, si korban itu awalnya kaya di chat biasa aja gitu, kaya ngajak kenalan. Giliran kita tanggapi, mulai tuh dia melancarkan aksinya, sok manis, sok perhatian, lalu kirim foto ganteng, padahal itu bukan fotonya. Yang lebih gila lagi, ini gila sih guys. Gue pernah lihat di youtube, si scammer ini juga beraksi seolah-olah saat melakukan video call, tampak video yang tampil di layar itu bener-bener dia. Kaya ngomong nanggapi pertanyaan kita gitu. Padahal kalau dicermati dengan seksama, gerakan bibir dan suara mereka di video call "ENGGAK SINKRON" sama sekali. Jadi video yang ditampilkan di Skype itu hanya rekaman.


Nah, setelah si korban lihat video yang kya beneran itu, mereka mulai terkesima tuh. Berasa gini,"Kok bule ganteng mau sama gue?". Trus mulailah aksi si scammer ini dijalankan. Well guys, jadi buat kalian yang cari kenalan lewat aplikasi dating, emang kudu bener-bener hati-hati ya. Jangan mau, belum ketemu sampai mau keluarin uang buat hal-hal nonsense kaya gini. 


Yang namanya orang, kalau emang beneran suka sama kalian, they will do everything, but THEY WILL IN A REAL WORLD, WITH THE REAL ACTION. Ya kalo misal alesannya copid, ga bs ketemu, minta gitu dia suruh transfer duitnya sejutaaa aja tp transfer ke rekening, bukan ala ala brankas ditahan di Bea Cukai. Hahaha


Lalu nih, kalau bisa, kalau emang punya niat untuk cari pacar bule gitu ya, cari di dunia nyata aja. Kita kan ga tau jodoh kita siapa, tapi bener-bener deh jangan sampai kalian tergiur kalau si dia bilang kirim brankas, tapi kudu kalian yang nebus, udah dipastiin itu scamming. 


Biar lebih jelasnya, ini aku selipin artikelku yang pernah naik di Media Tempo, saat aku jadi wartawan dulu ya. Semoga membantu kalian yang sekarang lagi terjebak dalam situasi kaya gini. 


Hati-hati Kenalan dengan Orang Asing di Internet, Bisa-bisa Anda Kena Tipu


Oleh: Destrianita K

Minggu, 27 Maret 2016 04:34 WIB


TEMPO.COJakarta - Nasib apes menimpa dua perempuan asal Indonesia RDW (42) dan EK (38). Mereka menjadi korban penipuan pemilik akun Facebook palsu Sparrow Kemneth dan Sivarama Krishna, yang mengaku sebagai anggota tentara Amerika yang sedang bertugas di Irak.



Untuk mengelabui korban, kedua penipu itu memasang foto berlatar militer dan mendekati korban secara intens sampai keduanya percaya bahwa Kemneth dan Sivarama benar-benar asli. Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono, alasan pelaku banyak menyasar perempuan Indonesia karena mereka mudah percaya dengan orang asing.


"Dan mereka pura-pura diajak investasi di Indonesia. Mereka mengatakan telah mengirim uangnya ke Indonesia namun mengatakan tertahan di bea cukai sehingga meminta tolong untuk dikirimkan uang. Dan tanpa sadar telah ditipu korban mengeluarkan uang yang cukup banyak," kata Kombes Mujiyono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 26 Maret 2016.



Atas penipuan tersebut, RDW merugi Rp 120 juta dan EK sebesar Rp 244 juta. Menurut Mujiyono, para pelaku kebanyakan berasal dari benua Afrika dan sebagian dari mereka telah memperistri perempuan Indonesia. Istri merekalah yang kemudian dimanfaatkan KTP-nya untuk membuka rekening. Pelaku kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang yang dialamatkan pada rekening atas nama istrinya.



"Mereka dijadikan istri orang asing dan nama mereka digunakan untuk membuka rekening," kata Mujiyono sambil menunjuk pelaki, saat ia merilis kasus penipuan online di Mapolda Metro Jaya.

Dari laporan keduanya, polisi menahan CE alias M (46), warga Gambia; AJ alias HI (36) dan DCS (25), warga Nigeria, serta AR (32) dan NJFO (34). Dua pelaku lainnya, yakni P dan SPY, yang juga warga Nigeria,  masih buron.


Polisi juga menyita barang bukti di antaranya 4 buah paspor, 17 KTP Palsu, 9 buah laptop, 42 buah handphone, 41 kartu ATM dari berbagai bank, 43 buku tabungan dari berbagai bank, 2 buah token, 27 simcard, 6 buah modem, 1 unit mobil beserta BPKB dan STNK, serta uang tunai Rp 30 juta rupiah.

Atas kejadian ini, Mujiyono mengimbau masyarakat terutama wanita untuk lebih jeli dan tidak mudah percaya apabila diminta orang asing yang dikenal melalui dunia maya. Apalagi, bila mereka meminta untuk mentransfer sejumlah uang. "Saya juga berharap siapapun korban kejahatan, segera lapor ke polisi. Sehingga kami akan mudah menyelidiki, pelaku kami tangkap, dan barang bukti cepat kami sita. Ini untungnya korban cukup cepat melapor ke polisi," kata dia.


DESTRIANITA K.

Friday, August 6, 2021

Ketemu Kami di Youtube yaa!



Setelah berpikir panjang, kami akhirnya memutuskan untuk kembali aktif dalam platform sosial media Youtube. Kembali aktif? 

Yess. Saat saya mulai tinggal di Swiss, sebenarnya saya dan suami, Jerome, sudah memiliki channel Youtube, serta eksis di Instagram. Lalu kami berpikir ulang mengenai privasi anak kami, yang akhirnya berujung dengan menonaktifkan akun instagram kami. (Tau sendiri, kalau sudah punya anak, kadang gatel pengen sharing tentang perkembangan anak, sampai kadang lupa bahwa privasi anak harus dilindungi).

Tapi, semenjak pandemi, kami sepertinya membutuhkan aktivitas baru, yang dapat memacu saya untuk terus berkreasi dalam membuat konten, hingga akhirnya kami memutuskan untuk membuat kembali video yang bisa ditonton oleh teman-teman di Platform Youtube, tanpa harus show off tentang anak kami, tapi lebih ke sharing tentang kegiatan kami sehari-hari. 

Jadi, kalau teman2 tertarik untuk keep in touch dengan keluarga kecil kami, mampir yaa ke youtube Tita and Jey. ini linknya: https://www.youtube.com/channel/UCF3WkrSOsI7GWy9zLm44ouQ

Your support kinda mean to us. Jangan lupa like kalau suka videonya. dislike kalau enggak suka, subscribe, dan share linknya ke teman-teman kalian yaa... Saran dan ide untuk bikin konten bisa juga lho.

Thank you...


Thursday, June 20, 2019

Cara Mencatatkan Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

Dokumen Pelaporan Pernikahan saya dari kantor Catatan Sipil Wonogiri/Destrianita (dok.pribadi)


Setelah dua tahun lebih menikah di Swiss dan baru sempat pada lebaran 2019 ini pulang ke Indonesia, pernikahan saya akhirnya berhasil saya laporkan di Kantor Catatan Sipil Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Wonogiri, tempat kelahiran dan tempat tinggal saya saat masih bergabung di Kartu Keluarga orang tua saya.

Prosesnya pun tidak rumit seperti yang saya bayangkan. Asalkan berkas lengkap, surat bisa langsung diproses hari itu juga. Pada case saya, karena saya melaporkan setelah libur lebaran, Surat Laporan Pernikahan saya ambil satu hari setelahnya. 

Permasalahan dalam melaporkan pernikahan menurut saya adalah tidak adanya pedoman baku untuk seluruh Kantor Catatan Sipil di Indonesia, sehingga kadang membingungkan kalau tidak menjalaninya sendiri. Hal ini saya temukan di Komunitas Kawin Campur di Facebook. Di sana, banyak teman-teman yang sharing, bahwa dokumen yang harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yakni meliputi Akta Nikah dan Akta Kelahiran Suami. Adapun pada saat pelaporan pernikahan kemarin, hanya Akta Nikah saja yang saya terjemahkan. Sedangkan mereka sama sekali tidak mempermasalahkan akta kelahiran suami yang masih berbahasa asing.

Nah, berikut saya share bagaimana cara melaporkan pernikahan yang telah dilangsungkan di luar negeri di Indonesia berdasarkan pengalaman saya sendiri. Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

1. Fotokopi Akta Nikah dari Kantor Sipil tempat dilaksanakannya pernikahan (Saya dari Kantor Catatan Sipil di Frauenfeld, Swiss)

2. Fotokopi terjemahan Akta Nikah (nomor 1) ke dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah. Dalam hal ini, akta nikah saya terdapat lima bahasa yakni Jerman, Prancis, Italia, Reto Romanisch dan Inggris. Sehingga saya cukup menggunakan jasa penerjemah tersumpah yang menerjemahkan bahasa inggris - indonesia. (mail me for detail).

3. Fotokopi Surat Keterangan Nikah yang diterbitkan oleh KBRI Swiss di Bern.

4. Fotokopi Akta Kelahiran Suami dan Istri (beberapa Capil minta Akta Kelahiran pasangan dari pihak WNA juga diterjemahkan. Tapi saya tidak, dan tidak masalah saat kemarin melaporkan pernikahan kami).

5. Fotokopi Paspor suami dan istri.

6. Fotokopi KK dan KTP pihak WNI

7. Pas foto suami istri berdampingan dengan background merah ukuran 4x6 sebanyak 4 lembar.

Berkas tersebut dikumpulkan menjadi satu ke dalam map. Jangan lupa bawa dokumen yang otentik untuk jaga-jaga bila petugas capil menanyakan apakah kopian tersebut berasal dari sumber yang asli.

Setelah diperiksa, saya diminta untuk mengisi formulir pelaporan pernikahan luar negeri. 

Sebagai tambahan, karena kami telah memiliki putri, maka saat pengisian formulit tersebut nama anak, tanggal lahir dan dasar pencatatan (Akta Kelahiran Anak di Swiss) juga harus saya isi. Hal ini berguna untuk nantinya sebagai dasar pembuatan Kartu Keluarga (KK) saya di Indonesia.

Usai selesai, dokumen dan formulir tersebut dikumpulkan oleh petugas dalam satu map. Saya dijanjikan untuk kembali satu hari berikutnya untuk pengambilan Laporan Pernikahan tersebut. 

Dan voalaaaa, dokumen pun sudah jadi. Bentuknya hanya satu lembar kertas HVS berisi keterangan dan foto saya dan suami saya. Saya juga diberi satu lembar surat pergantian status dari belum kawin menjadi kawin yang harus dibawa ke kecamatan untuk dasar pembuatan KK. Mudah kan ? 
Selamat mencoba 😇😇

Wednesday, March 6, 2019

Cara Membuat Zopf (Roti Khas Swiss)

Saya pertama kali mengenal Roti Zopf adalah saat mertua saya menyajikannya di meja di Hari Minggu, di pekan awal saya mulai tinggal di Swiss. 

Zopf, nama ini dalam bahasa Indonesia berarti kepang. Itulah mengapa bentuk roti Zopf seperti menyerupai kepangan. Sebenarnya banyak sekali roti yang ada di Swiss yang biasa dimakan orang untuk sarapan. Misalnya Tessin Brot, roti ciri khas masyarakat yang tinggal di wilayah Ticino, Swiss, Älpler Brot, roti khas masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan Alpen, Nüss Brot, Leinsammen Brot, dan masih banyak lagi. 

Yang menjadikan Zopf Brot (Brot dalam bahasa Jerman: Roti) beda dengan roti lain adalah selain bentuknya yang unik, roti ini cenderung sedikit manis, lembut, dan biasa disajikan di hari Minggu. Kenapa hari Minggu? Karena dalam kepercayaan nasrani, hari Minggu merupakan hari istirahat saat terakhir Allah selesai menciptakan langit dan bumi. Karena itu, masyarakat Swiss pada saat hari Minggu lebih banyak menggunakan waktunya untuk beristirahat di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyantap Zopf dengan madu, butter dan selai, dan pantang membuat kebisingan. 

Karena itu, di hari Minggu pun tidak ada Toko yang buka. Pun di rumah, mereka tidak dianjurkan untuk menyalakan mesin cuci, mesin pemotong rumput, dan lain-lain, karena hari Minggu adalah hari tenang. 

Back to topic, Zopf Brot biasa dijual di Toko-Toko di Swiss dengan harga kisaran CHF 2.50 hingga CHF 4.00. Saya baru menyadari untuk mulai membuat Zopf sendiri setelah 1.5 tahun tinggal di Swiss (kalau tahu gampang, nyesel juga kenapa enggak dari dulu).

Saat itu kakak ipar saya memberikan resep Zopf. Bisa saya katakan, resep Zopf mudah sekali. Pemula seperti saya aja bisa, apalagi anda. Langsung aja, berikut resep untuk satu Zopf.

Zopf
- 500 gram Tepung Zopf (Kalau tidak ada bisa pakai tepung terigu protein tinggi.
- 300 ml susu cair
- 60 gram Butter
- 1 sdt gula
- 1 1/2 sdt garam 
- 15 gr ragi (yeast/hefe misal fermipan)
- sedikit rahm untuk mengolesi permukaan Zopf agar mengkilat. Bisa juga pakai telur.


Cara membuat
- Larutkan ragi bersama gula dan susu.
- Campur Butter, garam dan tepung. Butter tidak perlu dicairkan, campur kasar saja. 
- Masukkan larutan ragi, susu dan gula ke dalam tepung, lalu uleni sampai adonan tidak menempel.
- Diamkan adonan selama -/+ 30 menit agar mengembang.

Tahapan membuat Zopf/Destrianita



-Nyalakan Oven, atur suhu suhu 190°C atas bawah.
- Bagi adonan menjadi dua, bentuk masing-masing bagian memanjang sekitar 80 cm, kemudian mulai kepang. 

Caranya, letakkan dua bagian tersebut saling menyilang di tengah (cross), kemudian tarik satu bagian yang di atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Lalu tarik bagian kanan ke kiri, dan kiri ke kanan. ( lihat video untuk lebih jelasnya).

Video tutorial cara mengepang adonan Roti Zopf/Destrianita

- Oles merata permukaan zopf dengan rahm dengan menggunakan kuas.

- Saat oven sudah panas, masukkan Zopf, panggang selama 30-40 menit, tergantung masing-masing.

- Setelah zopf matang, jika ingin langsung dihidangkan, diamkan sejenak sampai benar-benar siap untuk dipotong-potong.

Zopf hendaknya disimpan dalam suhu ruang agar tekstur dalamnya tetap soft. Biasanya satu Zopf yang saya buat habis untuk sarapan selama tiga hari (hanya saya dan suami).

Cara memotong Zopf untuk dihidangkan bersama butter, selai/madu.


Mudah kan? Selamat mencoba 😇



Monday, August 13, 2018

Cara Memasak “Sugo”, Alternatif untuk Mengawetkan Tomat


Tomat dari Kebun Bio saya sendiri mulai memerah /Destrianita

Ada banyak resep masakan yang berasal dari bahan baku buah tomat. Di Indonesia, kita mengenal masakan Garang Asem, Sambal Tomat, Ikan Bumbu Balado, dan masih banyak lagi, yang menggunakan tomat dalam racikan bahannya.

Namun tahukah anda, tak hanya di Indonesia, di Eropa juga banyak orang yang memanfaatkan buah yang kaya akan vitamin C ini, dan bahkan mengolahnya untuk disimpan sebagai stok makanan di musim dingin?

Kali ini saya ingin membahas cara membuat awetan bahan makanan dari tomat yang biasa dibuat oleh masyarakat eropa bernama “Sugo”. Sugo merupakan saus tomat yang berasal dari negara Italia, yang diolah dengan campuran daun-daunan herbal yang berfungsi sebagai pemberi aroma sekaligus pengawet alami. Jika sudah diolah, Sugo dapat disimpan di Keller (ruang bawah tanah) dan dipakai sewaktu-waktu untuk campuran masakan seperti Spaghetti Bolognese, Lasagna, Ditumis dengan sayuran seperti Zuchini, paprika, dan lain-lain.

Adapun untuk olahan masakan Indonesia, anda bisa bereksperimen dengan membuatnya sebagai bumbu campuran Balado Ikan Kembung, Balado Telur, Fuyunghai, Capcay Basah, Bakmi Godog Jawa, dan masih banyak lagi. Rasanya? Tak perlu diragukan lagi, manis, sedikit pedas, sedikit asam, tak jauh dari selera dan lidah orang Indonesia. Dan yang jelas, Sugo buatan sendiri tentunya lebih aman tanpa pengawet, sehingga baik untuk kesehatan.

Nah, musim panas kali ini alhamdulillah saya panen banyak sekali Tomat dari kebun bio saya di Swiss. Kalau Tomat Cherry mungkin tak begitu masalah untuk dikonsumsi tiap hari karena jenis tomat ini juga bisa saya cemilin tiap main ke kebun, atau dibuat sebagai campuran salad. Rasanya pun juga manis dan renyah di mulut.


Hasil Panen Tomat dari kebun/Destrianita

Tapi untuk tomat yang ukurannya besar dan rasanya sedikit masam, jujur bagi saya akan membosankan untuk diolah tiap hari. Karena itu saya dan suami saya berinisiatif untuk mengolahnya menjadi Sugo, dengan bantuan resep dari kakak ipar saya, Rebecca. Cara membuatnya pun cukup mudah, dengan bahan yang mudah sekali diperoleh bagi teman-teman di Indonesia. Apakah teman-teman tertarik untuk membuat Sugo? Berikut saya share resepnya, semoga bisa ditiru dengan mudah.

Bahan-Bahan yang dibutuhkan :

1. Tomat merah berukuran besar 2 kilogram
2. Cabai merah berukuran besar 5 buah (untuk aroma, bisa ditambah kalau suka pedas)
3. Satu buah Zucchini (bisa skip)
4. Daun Basilikum satu genggam, jika tak ada bisa diganti kemangi
5. Daun Rosemary satu genggam (bisa skip)
6. Daun Estragon (bisa skip)
7. Minyak Olive/Zaitun secukupnya
8. Merica 1 sendok makan
9. Empat siung bawang putih, tumbuk halus
10. Dua sendok teh gula pasir
11. Dua sendok teh garam
12. Panci besar (kochtopf) untuk memasak
13. Botol bekas selai yang sudah distrerilisasi 13 buah

Cara Membuat:

1. Cuci buah Tomat, Cabai, Zucchini, daun Basil, Rosemary dan Estragon, tiriskan sampai tak ada air tersisa.

Daun Estragon, Rosemary dan Basilikum/Destrianita


2. Potong-potong kecil Tomat, dan Cabai. Tak perlu diblender, karena nanti akan halus dengan sendirinya saat dimasak.

Potong kecil Tomat, dan Cabai/Destrianita


3. Potong dadu Zucchini.

4. Dalam panci besar, panaskan sedikit minyak olive. Kemudian tumis bawang yang telah dihaluskan.

5. Saat aroma bawang mulai tercium, masukkan potongan Zucchini, tumis kurang lebih 10 menit hingga Zucchini agak layu.

6. Selanjutnya, masukkan potongan Tomat dan Cabai ke dalam panci, aduk sampai semuanya tercampur rata. Tidak perlu ditambah air, karena Tomat sudah mengandung banyak air.

Mengaduk Tomat, Zucchini dan Cabai dalam panci/Destrianita

 
7. Masak Sugo dengan api kecil, dan sesekali diaduk (serta ditekan) agar Tomat dan Cabai hancur menjadi pasta.

8. Mengolah Sugo membutuhkan waktu kurang lebih 1,5-2 jam, tergantung banyak sedikitnya kandungan air dalam buah Tomat. Jika kandungan air terlalu banyak, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya, karena tekstur Sugo yang baik itu pastanya cenderung “benyek”, berwarna merah dan padat.

9. Jika air sudah mulai menyusut, tambahkan gula, garam merica dan daun Basilikum, Rosemary serta Estragon, aduk lagi.

Memasukkan dedaunan herbal dalam saus Sugo/Destrianita


10. Tes rasa. Sugo yang sudah matang teksturnya seperti pasta, rasanya tidak lagi “langu” tomat, tapi gurih seperti memakan saus tomat, sedikit manis pedas. Jika sudah dirasa matang, tiriskan.



Cara Penyimpanan Sugo:

1. Siapkan wadah gelas tertutup (bisa bekas selai) yang sudah disterilisasi. Cara sterilisasi mudah. Usahakan air yang mendidih masuk juga ke dalam wadah botol tersebut untuk membunuh bibit kuman penyakit. Setelah itu keringkan wadah dengan lap bersih.

Proses sterilisasi wadah gelas/Destrianita


2. Dalam keadaan panas, masukkan Saus Sugo dengan porong ke dalam wadah gelas. Jangan sampai penuh. Memasukkan Saus Sugo dalam keadaan panas dimaksudkan sebagai “Deep Sterilization” agar kuman untuk mencegah n membunuh kuman.

Memasukkan Sugo ke dalam wadah gelas yang telah disterilisasi/Destrianita



3. Tuang minyak zaitun tepat di atas Sugo tersebut, hingga tidak ada lapisan Sugo yang menyembul, karena permukaan sudah tertutup dengan minyak Zaitun. Fungsi minyak zaitun adalah untuk mengunci cairan sugo agar tidak menyembul dan menghindari timbulnya jamur.

Melapisi permukaan atas Sugo dengan minyak Zaitun (Olive Oil) /Destrianita



4. Tutup rapat saus Sugo, beri label kapan Saus itu dibuat. Simpan di tempat kering dan sejuk. Di Swiss, masing-masing rumah memiliki “Keller” atau ruang bawah tanah, yang selain digunakan untuk meletakkan sistem pemanas ruangan, bisa juga dipakai untuk menyimpan stok bahan makanan selama musim dingin.

Sugo siap untuk disimpan/Destrianita


Sugo diberi label untuk mengingat tanggal pembuatan/Destrianita


Jika anda ingin mengolah Sugo, mudah sekali. Seperti misalnya saat anda ingin memasak Spaghetti Bolognese. Tinggal ambil satu wadah SUgo, lalu panaskan ke dalam wajan, lalu masukkan potongan daging sapi cincang, atau ikan tuna cincang, masak hingga saos Spaghetti matang, lalu siramkan ke dalam Pasta Spaghetti.

Atau jika anda ingin bervariasi dengan menu masakan Indonesia Seperti misalnya Ikan Kembung Balado. Goreng terlebih dahulu ikan tersebut. Lalu panaskan Sugo di dalam wajan. Terakhir, campurkan ikan ke dalam pasta Sugo, tuang dalam piring saji. Rasanya enak sekali. Selamat mencoba!


Tuesday, July 31, 2018

Berkebun di Swiss: Menanam Tomat dengan Teknik Stek Batang

Pohon Tomat Cherry/Destrianita. Dok.Pribadi

Musim tanam (semi dan panas) telah tiba di Swiss sejak Maret lalu. Musim ini jadi momentum paling menyenangkan khususnya buat warga yang tinggal di Swiss yang hobi berkebun, untuk kembali mengolah pekarangannya. Banyak toko-toko seperti Migros, Coop, Landi, Obi dan Jumbo yang mulai memajang bibit sayuran di etalasenya. Namun ada juga warga yang lebih memilih untuk membeli benihnya untuk ditanam sendiri.

Saya, hampir setahun tinggal di Swiss. Berkebun di lahan pekarangan rumah merupakan pengalaman seru buat saya, karena sebelumnya saya tinggal di kosan di wilayah Jakarta Selatan, yang pekarangan sempit pun susah untuk dijumpai. Tak ketinggalan, saya mulai berburu beragam jenis bibit tanaman sayuran, salah satunya yang ingin saya bahas di sini adalah tomat.

Dalam menanam pohon tomat, awalnya saya memilih dua alternatif, yakni pertama, menanam melalui biji yang saya kumpulkan saat saya memasak tomat di dapur, yang kedua, membeli bibit pohon tomat dari berbagai varietas. Keduanya tidak menjadi masalah, karena dua jenis tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan sinar matahari dan air yang cukup. Hanya saja, untuk menanam teknik biji, proses persemaian harus sudah dilakukan sejak akhir musim dingin yakni sekitar Januari-Februari di dalam rumah/winter garden. Adapun untuk bibit pohon tomat, saya membelinya sekitar Maret, sehingga hanya tinggal memindah tanam di pekarangan rumah.


Kenapa Harus Stek Batang?

Pohon tomat saya mulai berbuah sekitar bulan April. Seiring dengan pertumbuhannya yang cepat, pohon jadi lebih mudah ambruk karena tiupan angin dan guyuran air hujan. Karena itu perlu adanya penyangga dari bambu. Untuk mengurangi beban dari pohon tomat, salah satu teknik yang saya pakai adalah menyeteknya, atau memotong cabang tomat yang tumbuh di sela-sela ketiak daun. Cara ini sekaligus saya pakai untuk mengembang biakkan tanaman tomat menjadi semi bonsai, dengan pohon kecil namun sudah menghasilkan buah. Adapun teknik stek batang ini bisa diterapkan ke berbagai jenis varietas tomat. 

Cara Stek Batang Tomat

1. Siapkan botol plastik air kemasan, isi air biasa dari sumur atau pam (bebas).

2. Potong batang yang tumbuh di ketiak (antara daun dan batang) pohon tomat. Pilih batang yang besar, kokoh, dan sudah muncul bakal bunganya (agar cepat berbuah saat pohon masih kecil). Hal ini dilakukan agar saat nanti batang ini berdiri sendiri sebagai pohon baru, dapat tumbuh dengan kuat. Tips dari saya, pilih batang yang bagian bawahnya tampak terlihat bintil-bintil, karena nantinya dari bintil-bintil ini akan keluar akar. 


Batang pohon tomat yang akan distek/Destrianita. Dok.pribadi



3. Dari batang tersebut, potong bagian ujungnya secara memiring. Hal ini dilakukan agar batang pohon tomat dapat menyerap lebih banyak air.

4. Masukkan batang pohon tomat tersebut ke dalam air kemasan, letakkan “pohon tomat air” tersebut di tempat yang teduh. Saya memilih untuk menyimpannya di dalam rumah terlebih dahulu selama tiga hari untuk menghindari panasnya sinar matahari. Bila batang tomat dirasa sudah bisa beradaptasi hidup dengan air, stek tersebut bisa diletakkan di luar, dengan syarat harus teduh.

5. Kontrol tiap hari airnya, isi tiap hari untuk mempercepat pertumbuhan akar. Kurang lebih dua minggu, akar akan tumbuh, dan pohon tomat baru siap untuk dipindah tanam.


Cara Menanam Stek Pohon Tomat

Setelah kurang lebih dua minggu penyetekkan, bagian bawah batang pohon tomat sudah ditumbuhi akar. Hal ini menandakan pohon tersebut dapat dipindah tanam ke media tanam baru, baik di pot, atau di tanah. Saya sendiri berinisiatif untuk mempersiapkan pohon tomat saya sebagai cadangan di musim dingin nanti, karena itu batang pohon tomat yang saya stek, saya tanam di pot. 

  
Hasil penyetekan, akar dari pohon Tomat sudah tumbuh setelah dua minggu direndam dalam air/Destrianita. Dok.Pribadi


Nah, berikut cara penanaman dan bahan-bahan yang dibutuhkan:

1. Siapkan pot, tanah, dan air secukupnya.

2. Tarik batang pohon tomat dari botol perlahan agar akarnya tidak tergores, lalu pindahkan ke pot.

3. Beri tanah hingga akar yang keluar dari batang pohon tomat tersebut tertutup seluruhnya.

4. Siram pohon tomat tersebut dengan air lebih banyak, karena pohon baru tersebut masih beradaptasi di media tanam yang baru.

5. Letakkan tanaman di tempat yang teduh (saya di dalam rumah) selama tiga hari, dan pastikan tanah dari pohon tomat tersebut tetap basah. Jika pohon tomat dirasa sudah kuat, bisa diletakkan di luar agar terkena sinar matahari dan berkembang seperti layaknya pohon biasa.

Berikut saya sisipkan video saat saya memindah tanam stek pohon tomat ke dalam pot:

 
Video Step by step penanaman stek pohon tomat/Destrianita. Dok.Pribadi 



Hasil pindah tanam stek batang pohon tomat Cherry/Destrianita. Dok.Pribadi






Friday, July 20, 2018

Belajar Bahasa Jerman di Migros Klubschule


Logo Migros Klubschule/
http://www.frauenfelderwoche.ch


Adakah dari kalian yang lagi cari-cari info atau tertarik banget pengen belajar bahasa Jerman? Belajar Bahasa Jerman itu gampang apa susah sih? Di mana tempat-tempat yang worth it dan bisa kita temui yang menyediakan pelatihan bahasa Jerman? Nah, di tulisan kali ini saya akan sharing pengalaman saya tentang belajar bahasa yang sama sekali baru buat saya, Bahasa Jerman.

Kenapa saya perlu belajar Bahasa Jerman? Sekedar informasi, saat saya menginjakkan kaki di Swiss, mau enggak mau saya harus mengakrabkan diri dengan salah satu bahasa dari empat bahasa resmi yang digunakan di negara yang terkenal sama Cokelat dan Keju ini. Adapun empat bahasa yang dipakai di sini adalah Bahasa Jerman (bahkan orang sini bahasanya udah dialek Swiss-Jerman), Prancis, Italia, dan Reto-Romanis. Nah kebetulan, saya tinggalnya di Kanton Thurgau, Kota Steckborn, di mana di wilayah ini mereka menggunakan Bahasa Jerman dalam kesehariannya. Ya udah, mau enggak mau, berbekal pengalaman yang 0 besar enggak ngerti bahasa Jerman, saya harus belajar. Biar nantinya saya mendapatkan pekerjaan yang layak di sini, dan bisa dengan mudah berkomunikasi dengan teman-teman, kolega dan keluarga di sini.


Awal Belajar Bahasa Jerman

Sebelum mengenal Migros Klubschule, saya belajar Bahasa Jerman hanya melalui Aplikasi yang saya temukan di Internet (via laptop) dan via Google Playstore (via Android), bernama Duolingo. Di situ, saya benar-benar bisa belajar banget dari nol, apa saja dasar-dasar yang penting untuk diketahui dalam mengenal bahasa Jerman. Saya saranin banget buat teman-teman yang pengen belajar bahasa asing, in case Jerman, buat coba download dan coba aplikasi ini. Di Duolingo saya juga belajar kata-kata dan kosakata baru. Sebagai informasi, bahasa Jerman itu beda banget sama bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia yang simple. Selain mengenal tenses waktu (past, present, future), aneka ragam benda (noun) dalam Bahasa Jerman juga memiliki “jenis kelamin” yakni Der untuk kategori maskulin, Die untuk kategori Feminin, dan Das untuk Kategori Netral, serta satu lagi Die untuk plural.

Lalu cara mengetahui itu benda termasuk maskulin, feminin, netral dan plural bagaimana? Ya belajar, ya dihafal, enggak ada standar baku untuk mengetahui benda itu berjenis kelamin apa. Misalnya saja Susu, dalam bahasa Jerman untuk nominative adalah Der Milch, lalu Minyak, Bahasa Jerman merupakan kategori netral Das Öl, dan Bunga termasuk kategori feminin Die Blume. Selain masalah “jenis kelamin” itu, masih ada lagi aturan baku tentang Nominative, Akkusative, Dative dan Genetive. Tapi tenang aja, itu semua enggak akan saya bahas di sini, karena teman-teman bisa dapatkan di tempat kursus atau belajar otodidak di internet.

Sekitar bulan November 2017 lalu, saya semakin terpacu untuk belajar bahasa Jerman saat imigrasi Jerman memanggil saya untuk interview. Mereka mengatakan, basis saya yang pernah bekerja sebagai jurnalis serta lulusan perguruan tinggi akan membuka kesempatan saya untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik di sini, asalkan hal itu ditunjang dengan kemampuan berbahasa saya. Mereka awalnya menyarankan saya untuk mencari tempat kursus Bahasa Jerman dengan membawa Ijazah dari Kampus saya, berharap mereka setidaknya (mungkin) mau membiayai kursus saya. Akhirnya, dengan ditemani ayah mertua saya, kami berangkat menuju RAV (Regional Arbeitsvermitlungenzentrum) tempat yang disarankan oleh imigrasi. Mereka mengatakan, biasanya RAV mau membiayai kalau memang saya termotivasi untuk belajar.

Tapi apa daya, saat itu usaha saya sia-sia. RAV menolak untuk membiayai saya, karena saya termasuk golongan “Auslander” alias pendatang, yang datang ke Swiss karena pernikahan, dan bukan berasal dari kawasan Uni Eropa. Hal tersebut membuat saya tidak memiliki alasan kuat untuk mendapatkan pendidikan gratis yang dibiayai oleh RAV. Namun, mereka mengeluarkan persyaratan lain. Saya bisa mendapatkan biaya dari RAV jika saya telah lulus kursus dengan level (Niveau) minimal A2 dengan bukti berupa ijazah (Bescheinigung) yang saya dapatkan dari tempat kursus. Alhasil, mau tidak mau, saya harus kursus dengan biaya sendiri.


Alasan Memilih Migros Klubschule Frauenfeld

Sepulangnya dari RAV, saya berdiskusi dengan suami saya untuk mulai mencari-cari tempat kursus bahasa Jerman yang murah, tapi saya bisa belajar intensif dengan ditunjang buku-buku dan belajar dari internet. Awalnya kami mendengar ada orang yang membuka kursus Bahasa Jerman di Steckborn dengan biaya yang cukup murah sekitar 600 CHF (1 CHF sekitar Rp 14.500) per Niveau. Lalu kami mendatangi tempat kursus tersebut. Di sana saya menjalani proses interview untuk ditentukan di Niveau mana saya bisa belajar, karena suami saya mengatakan sebelumnya melalui surat kepada si pengajar, kalau saya juga telah belajar otodidak di internet.

Usai proses interview berlangsung, saya berharap banget saya bisa berharap bisa diterima di tempat kursus itu, karena saya mengincar biaya yang lumayan murah. Namun sayang, si pengajar justru menganjurkan saya untuk intensif belajar di Klubschule, karena dia melihat saya masih muda dan dapat belajar lebih cepat. “Saya takut kalau dia justru akan melambat jika belajar di sini. Dia masih muda. Kalau belajar intensif, saya yakin, tiga bulan saja dia sudah lancar Bahasa Jerman,” begitu kira-kira yang saya tangkap dari omongan si pengajar tersebut.

Akhirnya, Migros Klubschule jadi pilihan terakhir kami. Awalnya saya tidak tahu berapa budget yang harus kami keluarkan untuk sekolah di Migros Klubschule. Suami saya pun merahasiakannya. Bagi dia, yang terpenting adalah saya tidak merasa bosan di rumah, dan saya bisa cepat berintegrasi dengan lingkungan tempat tinggal di sini, memperoleh pekerjaan, dan teman-teman baru di Swiss. Suami saya pun mendaftarkan saya di Migros Klubschule Frauenfeld, karena tempat kursus ini yang jaraknya paling dekat dari rumah dan bisa ditempuh dengan Bis selama 30 menit.

Lokasi Migros Klubschule di Frauenfeld/ sumber:



Proses Belajar di Migros Klubschule Frauenfeld

Pada tanggal 8 Januari 2017, saya pertama kali memulai pendidikan di Migros Klubschule Frauenfeld. Saat itu saya sudah terlambat seminggu masuk dibandingkan teman-teman yang lain. Saya memasuki kelas Niveau A1.1 untuk uji coba gratis. Jika tidak cocok, saya bisa membatalkan untuk mengikuti kursus di sini. Pertama masuk saya diminta untuk memperkenalkan diri dalam Bahasa Jerman di hadapan teman-teman sekelas. Ini yang bikin saya ketawa, karena awalnya saya takut akan jadi orang yang paling bodoh di kelas.

“Halo Zusammen, Ich heisse Destrianita Kusumastuti. Meine spitzname ist Tita. Ich bin achtundzwanzig (28) jahre alt. Ich komme aus Indonesien. Ich bin seit 4 monaten in der Schweiz. Ich bin verheiratet. Ich lebe in Steckborn. Meine Hobbys sind schreiben, kochen und music horen. Ich spreche Indonesisch, Englisch und jetzt lerne ich Deutsch. Ich war Jurnalistin von beruf,” itu yang saya ucapkan pada saat vorsteilungen atau perkenalan saat itu.

Tak disangka mereka malah melongoh, karena mereka mengira saya sudah cukup lancar berbahasa Jerman. Hahahaa padahal 0 besar. Tapi pada saat proses pembelajaran berlangsung, saya cukup kaget juga karena ada dari kami yang justru menulis pun tidak bisa (merupakan imigran dari Erethrea), membaca pun masih kesusahan, dan sulit sekali memahami penggunaan sein seperti bin, bist, ist, seid, sind, dan sebagainya.

Proses belajar berlangsung selama 3,5 jam dari pukul 08.30 sampai 12.00. Saat pelajaran usai, saya masih ingat saat itu guru saya, Doreen, menghampiri saya dan bertanya apakah saya baik-baik saja di kelas tersebut, karena dia melihat saya paling aktif di kelas, atau mungkin saya pindah ke kelas lainnya. Saya mengatakan, saya cocok di kelas tersebut. Akhirnya ia meminta saya untuk menandatangani persetujuan untuk mengikuti Migros Klubschule, dan saya mendapatkan buku Schritte Plus 1 untuk Niveau A1.1.

Alangkah kagetnya saya ketika sampai di rumah, suami saya sedang membuka internet dan menerima email dari Migros Klubschule untuk permintaan pembayaran atas kursus saya. Angka 1.525,60 CHF untuk Niveau A1.1!! Oh My God, buat saya ini mahal banget banget kalau dibandingin sama kurs Rupiah. Buat saya Rp 22 juta lebih untuk biaya kursus selama 1 bulan 3 minggu. Belum lagi dia bilang katanya paling tidak saya harus kursus sampai A2.2, yang berarti suami saya harus mengeluarkan biaya total hampir Rp 100 juta (ongkos naik bis, ongkos jajan, biaya kursus saya). Dan ya, saya benar-benar menjalani kursus itu sampai sekarang saya benar-benar lulus Niveau A2.2.

Sudah banyak sekali biaya yang suami saya keluarkan untuk biaya saya di sini, yang semakin membuat saya kadang kalau sendiri merasa guilty. Rasanya pengen banget cepet bisa kerja, apapun itu agar bisa membalas budi baiknya.



Lingkungan dan Teman-teman di Migros Klubschule Frauenfeld

Masuk di tempat kursus Bahasa Jerman buat saya seperti memasuki tempat di mana saya menemukan teman senasib yang sama-sama belajar dari nol Bahasa Jerman. Di sana saya bertemu dengan banyak sekali teman-teman dari berbagai lintas negara dan usia. Dari mereka pun ada yang sampai sekarang menjadi teman baik saya. Seperti misalnya Rajmonda Gapi dari Kosovo, Ivonna Pankowska dari Polandia, Rajmonda Ndrekaj dari Albania, Nicholas dari Brazil, Genevieve dari Afrika Selatan, Francesco dari Italia, Mariana dan Bruno dari Portugal, dan masih banyak lagi.

Teman-teman di Migros Klubschule/Destrianita doc.pribadi


Di sepanjang mengikuti kursus dari Niveau A1.1, A1.2, A2.1, dan A2.2, saya mendapatkan guru yang berbeda-beda. Tapi buat saya yang paling membekas metode pengajarannya ada 3 guru, yakni Reto Drager, Hrvoje Zerjavic dan Lidya Conzett, yang mengajar saya di Niveau A1.1 dan Niveau A1.2. Untuk guru di Niveau A2.1 dan A2.2, Beatriz Perez Lopez, jujur saya kurang sreg, karena dia sering marah-marah sendiri di kelas, dan mengharuskan kami setiap harinya mengerjakan PR. Bukannya saya punya masalah dengan PR, namun dengan watak strengnya itu, membuat kami mengerjakan PR hanya karena rasa takut, dan bukan karena kami enjoy dengan apa yang ia ajarkan.

Nah, buat teman-teman yang mungkin tertarik untuk belajar Bahasa Jerman di Migros Klubschule, di Swiss banyak banget cabangnya. Kalau pengen belajar gratis, coba-coba saja mendaftar Au Pair Mädchen di Swiss. Di sini saya banyak mendengar kalau banyak remaja perempuan yang tinggal bersama keluarga di Swiss yang bertugas untuk membantu si orang tua dalam mengasuh anak kecilnya (berperan sebagai baby sitter), tapi sebagai imbalannya, ia disekolahkan gratis di Migros Klubschule.

Akhir kata, saya pengen bilang, memang bahasa Indonesia itu penting, karena itu merupakan bahasa nasional kita. Namun penting juga bila kita bisa menguasai bahasa asing. Karena di tengah kemajuan global mau tak mau kalau tidak ingin kalah bersaing dengan bahasa asing, kalau otak udah pinter, harus dibarengi juga dengan kemampuan bahasa asing. Jangan merasa kalau orang mendalami bahasa asing dibilang ‘sok’. Open your mind, buka wawasan agar kita tidak tertinggal dengan bangsa lain, baik dalam hal budaya, akademis dan teknologi.

*buat yang pengen tahu di mana saja lokasi Migros Klubschule, bisa search di internet yaa. Khusus Migros Klubschule Frauenfeld, kalian bisa datang ke alamat:
Klubschule Migros Frauenfeld
Bahnhofplatz 70-72
8500 Frauenfeld

Kalau mau sharing atau tanya-tanya tentang tata cara kursus bahasa asing khususnya Bahasa Jerman di Swiss, bisa langsung komen, atau kirim email ke destrianita.kusumastuti@gmail.com

Info lebih lanjut tentang Migros Klubschule Frauenfeld bisa buka langsung laman ini ya:



Seputar Kawin Campur - Mohon Untuk Tidak Mengirim Email

  Pesan ini benar-benar ingin sekali saya sampaikan kepada para pembaca blog, terutama untuk yang sedang dalam proses mengurus dokumen perni...